Menu

Mode Gelap
Lurah Angke Resmikan Gerai Pojok Baca Pustaka Bersinar RW 08, Dorong Budaya Literasi Warga Pusat Gadai Indonesia Diduga Lelang Barang Nasabah Tanpa Konfirmasi, Moto “Gadai Rasa Aman” Jadi Hisapan Jempol Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Anies Punya Program Baru di YouTube, #daripendopo, Apa Itu? Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja!

Pemerintah · 19 Feb 2026 10:47 WIB ·

Inovasi Batako FABA Lapas Kelas I Tangerang Dorong Pembinaan Warga Binaan Berbasis Industri Hijau


 Lapas Kelas I Tangerang Jadi Rujukan Nasional Produksi Batako FABA Ramah Lingkungan Perbesar

Lapas Kelas I Tangerang Jadi Rujukan Nasional Produksi Batako FABA Ramah Lingkungan

TANGERANG | Gmanews.id – Komitmen Lapas Kelas I Tangerang dalam mengembangkan pembinaan kemandirian berbasis inovasi dan keberlanjutan kembali mendapat pengakuan. Lembaga pemasyarakatan ini menerima kunjungan studi tiru dari Lapas Kelas IIB Indramayu terkait pengelolaan produksi batako ramah lingkungan berbahan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), Rabu (18/2/2026).

Kunjungan tersebut menjadi penegasan posisi Lapas Kelas I Tangerang sebagai pusat inovasi pembinaan kerja produktif di lingkungan pemasyarakatan. Program batako FABA dinilai mampu mengintegrasikan aspek pembinaan karakter, peningkatan keterampilan kerja, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup dalam satu ekosistem industri berkelanjutan.

Dalam agenda tersebut, rombongan studi tiru juga melibatkan perwakilan dari PLN Nusantara Power Unit PLTU Indramayu. Kolaborasi ini memperlihatkan sinergi nyata antara sektor energi dan pemasyarakatan dalam mendorong pemanfaatan limbah industri menjadi produk konstruksi bernilai ekonomis.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan teknis, dilanjutkan peninjauan langsung ke area produksi. Rombongan mendapatkan gambaran menyeluruh terkait alur pengolahan FABA, proses pencetakan batako, pengendalian mutu, hingga penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja yang melibatkan warga binaan sebagai pelaku utama.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan bahwa program batako FABA bukan sekadar aktivitas produksi, melainkan bagian dari strategi pembinaan yang berorientasi masa depan.

“Kami menempatkan warga binaan sebagai subjek pembelajaran yang aktif. Melalui program ini, mereka dibekali disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja, sehingga memiliki kompetensi nyata saat kembali ke masyarakat,” ujar Beni Hidayat.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Tangerang, Aris Supriyadi, menyampaikan bahwa pemanfaatan FABA merupakan bentuk optimalisasi pembinaan berbasis manfaat dan keberlanjutan.

“Pemanfaatan FABA sejalan dengan kebutuhan industri dan prinsip ramah lingkungan. Kami terbuka memperluas kolaborasi agar program ini memberi dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas,” jelas Aris Supriyadi.

READ  Dandim 0510/Tigaraksa Bersama Forkopimda Tinjau Banjir di Kronjo

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Seksi Binadik dan Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Indramayu, Rachmad Putra Susanto. Menurutnya, sistem pengelolaan batako FABA di Lapas Kelas I Tangerang layak dijadikan model nasional.

“Program ini terstruktur, terukur, dan berdampak langsung. Studi tiru ini menjadi referensi penting bagi kami untuk mengembangkan pembinaan yang lebih inovatif dan berkelanjutan di Indramayu,” ungkap Rachmad Putra Susanto.

Sementara itu, Asisten Manajer SDM, Umum, dan CSR PLN Nusantara Power Unit PLTU Indramayu, Puri Handoko, menilai inovasi tersebut sebagai contoh konkret penerapan ekonomi sirkular.

“Pemanfaatan FABA menjadi batako bernilai ekonomis menunjukkan bahwa limbah industri dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat sosial. Kolaborasi seperti ini sangat potensial untuk terus dikembangkan,” kata Puri Handoko.

Melalui penguatan program batako FABA, Lapas Kelas I Tangerang terus membangun model pembinaan modern yang adaptif terhadap tantangan industri dan lingkungan. Program ini diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang terampil, mandiri, berdaya saing, serta siap berkontribusi positif bagi pembangunan masyarakat setelah masa pidana berakhir.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Rumah Warga Desa Kemiri Ambruk Jelang Lebaran, KSB dan Pemdes Lakukan Penanganan Cepat

19 Maret 2026 - 22:37 WIB

Rumah Roboh di Desa Kemiri Tangerang Jelang Lebaran, Tidak Ada Korban Jiwa

Banyumasan Guyub Festival 2026 Digelar di Jakarta, Ajang Silaturahmi dan Promosi Budaya Banyumas

19 Maret 2026 - 07:55 WIB

Guyub Festival Banyumasan Hadirkan Seni Tradisional, Dialog Aspirasi, dan Bazar UMKM di Lapangan Banteng

ParagonCorp Bersama BaraTV Wujudkan Senyum Anak Yatim di Hotel Le Semar Tangerang

18 Maret 2026 - 19:06 WIB

Ramadan 1447 H, BaraTV dan Paragon Hadirkan Senyum Anak Yatim di Tangerang

Mahasiswa PMII Pandeglang Desak Disnaker Tindak Tegas Dugaan Karyawan Wings Labuan Belum Terdaftar BPJS

14 Maret 2026 - 08:27 WIB

Mahasiswa PMII Pandeglang Sindir Disnaker Diduga Tutup Mata atas Persoalan BPJS Karyawan Wings Labuan

Pemkab Muba Percepat Perbaikan Jalan C5–Rimba Ukur, Akses Warga Rantau Sialang Mulai Lancar

14 Maret 2026 - 06:41 WIB

Tinjau Pembangunan Jalan di Plakat Tinggi, Bupati HM Toha Tohet Targetkan Rampung 2026

Ketua DPD FWJ Indonesia DKI Jakarta dan Jajaran Pengurus Turun ke Jalan Bagikan 600 Takjil di Jakarta Utara

12 Maret 2026 - 18:11 WIB

Ketua DPD Organisasi Pers FWJ Indonesia DKI Jakarta, Rosid, saat memimpin kegiatan pembagian takjil kepada pengguna jalan di Jakarta Utara sebagai bentuk kepedulian sosial insan pers. Foto: Istimewa/Gmanews.id
Trending di Headline