Menu

Mode Gelap
Lurah Angke Resmikan Gerai Pojok Baca Pustaka Bersinar RW 08, Dorong Budaya Literasi Warga Pusat Gadai Indonesia Diduga Lelang Barang Nasabah Tanpa Konfirmasi, Moto “Gadai Rasa Aman” Jadi Hisapan Jempol Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Anies Punya Program Baru di YouTube, #daripendopo, Apa Itu? Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau

Kriminal · 7 Feb 2026 15:14 WIB ·

Rp7 Miliar per Bulan, Blueray Cargo Diduga Jadi ATM Berjalan Oknum Bea Cukai untuk Loloskan Barang KW


 Dugaan suap impor terkuat, KPK dalami peran forwarder dan oknum DJBC ©Gambar: Ilustrasi: GMANews.id Perbesar

Dugaan suap impor terkuat, KPK dalami peran forwarder dan oknum DJBC ©Gambar: Ilustrasi: GMANews.id

JAKARTA | Gmanews.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik suap impor yang melibatkan perusahaan jasa pengurusan barang PT Blueray Cargo (BR) dengan sejumlah oknum di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Aliran dana yang diduga mencapai Rp7 miliar per bulan tersebut disinyalir digunakan untuk meloloskan barang impor tanpa pemeriksaan ketat, termasuk barang yang diduga tidak sesuai ketentuan.

Dugaan tersebut terungkap dalam pengembangan perkara penindakan KPK terkait pengondisian jalur pemeriksaan impor. Perusahaan forwarder disebut berperan sebagai perantara antara importir dan aparat Bea Cukai, sehingga sejumlah barang dapat masuk ke wilayah Indonesia tanpa melalui pemeriksaan fisik sebagaimana mestinya.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyampaikan bahwa aliran uang tersebut berlangsung secara rutin selama beberapa bulan, terhitung sejak Desember 2025 hingga Februari 2026.

“Setelah dilakukan pengondisian jalur merah, terjadi beberapa kali pertemuan dan penyerahan uang dari pihak PT BR kepada oknum di DJBC dalam periode tersebut di sejumlah lokasi,” ujar Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).

Menurut Asep, pemberian uang tersebut tidak bersifat insidental, melainkan dilakukan secara berkala dan diduga menjadi semacam jatah bulanan bagi oknum Bea Cukai yang terlibat.

“Penerimaan uang ini dilakukan secara rutin setiap bulan sebagai jatah bagi para oknum di DJBC,” tegasnya.

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa nilai jatah bulanan yang diduga diterima mencapai sekitar Rp7 miliar setiap bulan. Namun, angka tersebut masih dalam tahap pendalaman penyidik.

“Diduga jatah bulanan itu mencapai sekitar Rp7 miliar. Kami masih terus mendalami aliran dana serta pihak-pihak lain yang terlibat. KPK tidak berhenti pada tersangka yang telah ditetapkan,” kata Budi Prasetyo.

READ  Pusat Gadai Indonesia Diduga Lelang Barang Nasabah Tanpa Konfirmasi, Moto “Gadai Rasa Aman” Jadi Hisapan Jempol

KPK juga menyoroti peran PT Blueray Cargo yang diduga berfungsi sebagai penghubung antara importir dengan aparat Bea Cukai. Dengan peran tersebut, berbagai jenis barang impor disebut dapat masuk tanpa pemeriksaan menyeluruh, termasuk barang yang disinyalir merupakan barang KW.

“PT BR ini berperan sebagai perantara antara importir dan Bea Cukai, sehingga jenis barang yang masuk cukup beragam,” pungkas Budi Prasetyo.

Hingga kini, KPK masih terus mengembangkan perkara tersebut guna menelusuri aliran dana, memperjelas peran masing-masing pihak, serta memastikan penegakan hukum berjalan secara transparan dan berkeadilan.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

Baca Lainnya

Banyumasan Guyub Festival 2026 Digelar di Jakarta, Ajang Silaturahmi dan Promosi Budaya Banyumas

19 Maret 2026 - 07:55 WIB

Guyub Festival Banyumasan Hadirkan Seni Tradisional, Dialog Aspirasi, dan Bazar UMKM di Lapangan Banteng

ParagonCorp Bersama BaraTV Wujudkan Senyum Anak Yatim di Hotel Le Semar Tangerang

18 Maret 2026 - 19:06 WIB

Ramadan 1447 H, BaraTV dan Paragon Hadirkan Senyum Anak Yatim di Tangerang

Ketua DPD FWJ Indonesia DKI Jakarta dan Jajaran Pengurus Turun ke Jalan Bagikan 600 Takjil di Jakarta Utara

12 Maret 2026 - 18:11 WIB

Ketua DPD Organisasi Pers FWJ Indonesia DKI Jakarta, Rosid, saat memimpin kegiatan pembagian takjil kepada pengguna jalan di Jakarta Utara sebagai bentuk kepedulian sosial insan pers. Foto: Istimewa/Gmanews.id

Isu Jual Beli Jabatan di Lebak Ramai Usai Pemberitaan Media, DPRD dari PDI Perjuangan Minta APH Turun Tangan

11 Maret 2026 - 12:31 WIB

Anggota DPRD Lebak Fraksi PDI Perjuangan Soroti Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan di Lingkungan Pemkab Lebak

SATKOM Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sosialisasikan Aplikasi Zello Jelang Mudik Idul Fitri 2026

1 Maret 2026 - 19:24 WIB

POKDARKAMTIBMAS FAMILY Manfaatkan Zello Walkie Talkie untuk Pantau Arus Mudik Secara Real Time

Pemerintah Perkuat Pengawasan Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan Nasional Selama HBKN 2026

26 Februari 2026 - 11:37 WIB

Satgas Saber Pangan Catat 28.270 Pemantauan Pasar Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, Harga Sejumlah Komoditas Mulai Turun
Trending di Kriminal