Menu ✖

Mode Gelap
Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎ Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek HUT Ke-6 di Hotel Shapire Sky, BaraTV Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan Tangerang Dua Motor Adu Banteng di Asthara Sky Front City, Warga Soroti Minim Penerangan Jalan Minim Pengaturan Lalu Lintas, Proyek Irigasi di Cadas–Bayur Picu Kemacetan Panjang

Berita Desa

Diduga Korupsi Anggaran BUMDes, Program Ayam Petelur Rp151 Juta di Desa Seuat Jaya Jadi Sorotan

Aris – Gmanews.id
Rabu, 6 Mei 2026 12:03 WIB

Kandang ayam petelur milik BUMDes Desa Seuat Jaya masih kosong meski anggaran ratusan juta rupiah telah digelontorkan Perbesar

Kandang ayam petelur milik BUMDes Desa Seuat Jaya masih kosong meski anggaran ratusan juta rupiah telah digelontorkan

SERANG | Gmanews.id – Pengelolaan anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bintang Sejahtera Seuat Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, menuai sorotan tajam masyarakat. Program ketahanan pangan berupa usaha ayam petelur senilai Rp151.400.000 diduga bermasalah hingga memunculkan dugaan korupsi anggaran.

Program yang tercantum dalam papan kegiatan tahun anggaran 2025 itu diketahui meliputi pembangunan kandang ayam petelur kapasitas 1.000 ekor dan satu unit gudang yang bersumber dari penyertaan modal BUMDes.

Namun fakta di lapangan berbanding terbalik dengan besarnya anggaran yang telah dikucurkan. Hingga kini kandang ayam tersebut masih tampak kosong tanpa aktivitas peternakan. Bahkan kondisi bangunan disebut mulai mengalami kerusakan dan terlihat rapuh meski belum lama dibangun.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya menilai program tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya dan meminta adanya pemeriksaan terhadap penggunaan anggaran.

“Anggarannya ratusan juta, tapi ayamnya tidak ada sampai sekarang. Kandang juga mulai lapuk. Masyarakat jadi curiga ada dugaan penyimpangan anggaran,” ungkapnya.

Warga juga mempertanyakan transparansi pengelolaan usaha oleh BUMDes Desa Seuat Jaya karena sejak pembangunan selesai belum terlihat adanya aktivitas usaha maupun pengadaan ayam petelur.

 

Keterangan Foto: Kondisi kandang ayam petelur program ketahanan pangan milik BUMDes Bintang Sejahtera Seuat Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, dengan nilai anggaran sebesar Rp151.400.000 dari penyertaan modal BUMDes tahun 2025 hingga kini belum terisi ayam. Padahal proyek tersebut telah berjalan hampir satu tahun dan kondisi bangunan mulai terlihat mengalami kerusakan. Saat dikonfirmasi awak media, pihak desa menyebut pengisian ayam akan dilakukan dalam waktu satu minggu, namun pernyataan tersebut menuai sorotan masyarakat karena dinilai tidak sebanding dengan kondisi di lapangan.

Keterangan Foto: Kondisi kandang ayam petelur program ketahanan pangan milik BUMDes Bintang Sejahtera Seuat Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, dengan nilai anggaran sebesar Rp151.400.000 dari penyertaan modal BUMDes tahun 2025 hingga kini belum terisi ayam. Padahal proyek tersebut telah berjalan hampir satu tahun dan kondisi bangunan mulai terlihat mengalami kerusakan. Saat dikonfirmasi awak media, pihak desa menyebut pengisian ayam akan dilakukan dalam waktu satu minggu, namun pernyataan tersebut menuai sorotan masyarakat karena dinilai tidak sebanding dengan kondisi di lapangan.

Janji Pengisian Ayam Belum Terbukti

Sebelumnya, Pj Kepala Desa Seuat Jaya, Suharja, saat dikonfirmasi awak media sempat menyampaikan bahwa kandang akan segera diisi ayam petelur dalam waktu satu minggu. Namun hingga saat ini, kandang masih terlihat kosong.

Baca Juga Berita :  Musdes Desa Kramat Bahas Pengelolaan Aset Desa Berkelanjutan untuk Dorong Kemajuan dan Kemandirian Desa

Kondisi tersebut semakin memicu pertanyaan publik terkait realisasi anggaran pengadaan ayam petelur kapasitas 1.000 ekor yang hingga kini belum terealisasi.

Selain kandang yang tidak terisi, akses menuju lokasi usaha juga dinilai kurang memadai sehingga memunculkan dugaan lemahnya perencanaan program ketahanan pangan tersebut.

Masyarakat mendesak Inspektorat Kabupaten Serang dan aparat penegak hukum turun tangan untuk melakukan audit serta pemeriksaan terhadap pengelolaan anggaran BUMDes Bintang Sejahtera Seuat Jaya.

“Kalau memang anggaran sudah dicairkan, harus jelas dipakai untuk apa. Jangan sampai dana desa diduga disalahgunakan,” kata warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola BUMDes belum memberikan penjelasan resmi terkait belum berjalannya usaha ayam petelur tersebut.

(Reporter: Buhari)

Artikel ini telah dibaca 95 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Landa Kekeringan, Petani Kampung Kramat Gotong Royong Bongkar Tumpukan Tanah di Saluran Irigasi

5 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Petani di Desa Kramat Kompak Kerja Bakti Bersihkan Saluran Irigasi,Senin 05-10-2026

Pagar Tembok PT Intec Persada di Tepi Kali Cirarab Disorot, Diduga Langgar Garis Sempadan Sungai

17 September 2026 - 18:51 WIB

Nampak dari depan Bangunan Pabrik PT Intec Persada di Kawasan Industri Batik, Desa Karet, Sepatan

Sinergi Pemerintah Dan Warga, Program RTLH Desa Sarakan Berjalan Sukses

12 September 2026 - 09:43 WIB

Serah Terima Kunci Program RTLH di Aula Kantor Desa Sarakan

Berawal dari CSR PIK 2 Rp100 Juta, KDMP Pondok Jaya Sukses Kelola Gerai Sembako

11 September 2026 - 09:38 WIB

Gerai Sembako milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pondok Jaya

Warga Surya bahari Pakuhaji Resah Ada Penjual Tramadol di Ranggon

7 September 2026 - 04:23 WIB

Gambar hanya Ilustrasi: Obat Keras Tipe G Jenis Tramadol

Penyaluran Bansos Beras di Desa Tanjung Pasir Berjalan Kondusif, 1.543 KPM Terima Bantuan Pangan

6 September 2026 - 07:41 WIB

Penyaluran Bantuan Sosial Beras di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluknaga
Trending di Berita Desa