LEBAK | Gmanews.id – Kondisi jalan nasional kembali memakan korban jiwa. Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Nasional, tepatnya di Kampung Tutul, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Jumat (6/2/2026) pagi.
Kecelakaan Maut Terjadi Saat Korban Berangkat Sekolah
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 06.45 WIB saat korban berinisial PNM dalam perjalanan menuju sekolah. Korban mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hijau lumut dengan nomor polisi A 2500 OT.
Berdasarkan keterangan di lapangan, kecelakaan bermula ketika korban berusaha mendahului sebuah truk pengangkut pancang bernomor polisi B 9796 SM yang melaju dari arah Jakarta menuju Rangkasbitung. Saat berada di sisi truk, korban diduga menghindari lubang di badan jalan sehingga kehilangan kendali.
Akibatnya, sepeda motor korban oleng dan terjatuh ke arah kiri hingga masuk ke kolong truk. Korban mengalami luka berat di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sopir truk, Baron (45), menjelaskan bahwa sepeda motor korban datang dari arah belakang dan tidak ada kendaraan lain yang terlibat.
“Motor itu menyalip dari belakang. Di situ ada lubang jalan, motornya seperti menghantam sesuatu, lalu jatuh ke kiri dan masuk ke kolong mobil,” ujar Baron.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Rangkasbitung untuk penanganan lebih lanjut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lebak, Ipda Aris Setyawan, membenarkan adanya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit sepeda motor dan sebuah truk tronton pengangkut barang.
“Kecelakaan terjadi saat pengendara sepeda motor hendak menyalip, kemudian menghindari lubang di jalan dan terjatuh ke kolong kendaraan,” jelas Ipda Aris Setyawan.
Petugas dari Satlantas Polres Lebak telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta penanganan awal. Hingga kini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Dalam kesempatan itu, Ipda Aris Setyawan juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih memperhatikan keselamatan anak-anaknya.
“Apabila masih di bawah umur, sebaiknya tidak mengendarai kendaraan bermotor demi keselamatan bersama,” pungkasnya.











