Menu

Mode Gelap
Lurah Angke Resmikan Gerai Pojok Baca Pustaka Bersinar RW 08, Dorong Budaya Literasi Warga Pusat Gadai Indonesia Diduga Lelang Barang Nasabah Tanpa Konfirmasi, Moto “Gadai Rasa Aman” Jadi Hisapan Jempol Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Anies Punya Program Baru di YouTube, #daripendopo, Apa Itu? Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau

Nasional · 5 Feb 2026 18:55 WIB ·

Strategi Kolaborasi Jurnalis dan Kreator Konten Hadapi Algoritma Media Sosial


 Penguatan Kapasitas Jurnalis dan Kreator Konten Diharapkan Perkuat Informasi Akurat di Era Digital Perbesar

Penguatan Kapasitas Jurnalis dan Kreator Konten Diharapkan Perkuat Informasi Akurat di Era Digital

JAKARTA | Gmanews.idPerkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi, menuntut jurnalis untuk beradaptasi dengan cepat. Di tengah dominasi media sosial dan algoritma digital, kolaborasi strategis antara jurnalis dan kreator konten menjadi penting untuk memastikan informasi tetap akurat, kredibel, dan menjangkau publik luas.

Hal itu disampaikan Dr. Ronny F. Sompie dalam materi “Penguatan Kapasitas Jurnalis dalam Produk Digital dan Kreator Konten” pada Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digagas Jayaposnews.co.id, Kamis (5/2/2026) di Hotel Sofyan Tebet, Jakarta Selatan.

Tantangan Media Digital dan Dominasi Algoritma

Menurut Ronny, era internet membawa perubahan besar pada media tradisional seperti televisi, radio, dan cetak. Kini masyarakat lebih banyak mengonsumsi berita melalui platform digital, di mana algoritma media sosial sering mengutamakan konten viral dibanding informasi faktual.

Jurnalis memiliki standar profesional mulai dari verifikasi fakta, riset mendalam, hingga tanggung jawab hukum. Sementara kreator konten mampu menarik audiens muda dengan format lebih fleksibel dan interaktif,” ujar Ronny.

Dominasi algoritma juga memicu risiko misinformasi dan disinformasi. Lebih dari 60 persen pendapatan media saat ini bergantung pada trafik algoritmik yang menonjolkan konten sensasional. Tekanan ekonomi mendorong sebagian kreator konten menghasilkan materi viral tanpa memperhatikan etika dan kebenaran, berpotensi merusak kepercayaan publik.

Kolaborasi Strategis sebagai Solusi

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Ronny menekankan pentingnya kolaborasi antara jurnalis dan kreator konten. Bentuknya bisa berupa produksi konten bersama, pengemasan ulang laporan jurnalistik agar lebih mudah diakses publik digital, serta kerja sama dalam pengecekan fakta. Strategi ini diharapkan meningkatkan literasi media masyarakat dan membangun ekosistem informasi yang sehat.

Selain itu, penggunaan Artificial Intelligence (AI) sebaiknya dipandang sebagai alat bantu, bukan penentu kebenaran informasi. Setiap berita harus melalui proses verifikasi berlapis untuk mencegah kesalahan dan dampak negatif.

READ  Mantan Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno Tutup Usia, Bangsa Indonesia Berduka

Landasan Hukum dan Tanggung Jawab Publik

Dari sisi hukum, KUHP Nasional telah mengatur berbagai bentuk kejahatan digital, termasuk penyebaran berita bohong, pencemaran nama baik, dan informasi menyesatkan. Hal ini menegaskan bahwa setiap individu, baik jurnalis maupun kreator konten, memiliki tanggung jawab hukum atas informasi yang dipublikasikan.

Para ahli komunikasi menegaskan bahwa jurnalisme tetap memegang peran penting sebagai pelapor fakta yang independen dan dapat diverifikasi. Teknologi hanyalah alat, sedangkan jurnalisme menjadi fondasi utama dalam memberikan perspektif, makna, dan kepercayaan publik terhadap informasi.

Ekosistem Informasi Digital yang Sehat

Dengan kolaborasi yang tepat, jurnalis dan kreator konten diharapkan mampu melawan arus hoaks dan disinformasi, sekaligus memperkuat kualitas informasi di era digital. UKW ini menghadirkan narasumber seperti Irjen Pol (Purn) Ronny F. Sompie, Hardly S. Pariela (Dewan Pengawas LPP TVRI), dan Gede Narayana (Komisioner Informasi Pusat), sementara Ketua Dewan Pers Niniek Rahayu dan Kadivhumas Polri Irjen Pol Jhonny Edison Isir berhalangan hadir.

Kolaborasi jurnalis dan kreator konten menjadi langkah strategis menghadapi tantangan algoritma digital, menciptakan ekosistem informasi yang profesional, transparan, dan dapat dipercaya masyarakat luas.

Artikel ini telah dibaca 39 kali

Baca Lainnya

ParagonCorp Bersama BaraTV Wujudkan Senyum Anak Yatim di Hotel Le Semar Tangerang

18 Maret 2026 - 19:06 WIB

Ramadan 1447 H, BaraTV dan Paragon Hadirkan Senyum Anak Yatim di Tangerang

Polemik UKW dan Verifikasi Media, Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto Soal UU Pers

14 Maret 2026 - 16:39 WIB

Polemik Konfirmasi Kasus Dugaan Pembebasan Tiga Pelaku Narkoba Picu Kritik Terhadap Sikap Polres Mojokerto

Ketua DPD FWJ Indonesia DKI Jakarta dan Jajaran Pengurus Turun ke Jalan Bagikan 600 Takjil di Jakarta Utara

12 Maret 2026 - 18:11 WIB

Ketua DPD Organisasi Pers FWJ Indonesia DKI Jakarta, Rosid, saat memimpin kegiatan pembagian takjil kepada pengguna jalan di Jakarta Utara sebagai bentuk kepedulian sosial insan pers. Foto: Istimewa/Gmanews.id

Kepala Badan Gizi Nasional Tegaskan Tak Ada Larangan Unggah Foto Menu Makan Bergizi Gratis

4 Maret 2026 - 03:44 WIB

BGN pastikan masyarakat bebas memposting menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk pengawasan publik terhadap layanan SPPG

Mantan Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno Tutup Usia, Bangsa Indonesia Berduka

2 Maret 2026 - 13:02 WIB

Bangsa Indonesia berduka atas wafatnya Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden RI ke-6 yang telah mengabdi puluhan tahun untuk negeri.

Angkutan Lebaran 2026: KAI Daop 1 Jakarta Siapkan 354 Armada, 541 Ribu Tiket Sudah Terjual

27 Februari 2026 - 04:53 WIB

86 Perjalanan Kereta Jarak Jauh Beroperasi Setiap Hari Selama Musim Mudik
Trending di Headline